BEI Akan Merubah Mekanisme Pre Closing

Manajemen PT Bursa Efek Indonesia masih memonitor perkembangan pasar untuk memastikan mekanisme baru pra-penutupan perdagangan saham.

Rencana pergantian mekanisme ini nampak karena beberapa waktu lalu ada tanda-tanda pihak yang melepas saham pada yang bobot besar mendekati penutupan. Keadaan itu berimbas di laju Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) hingga IHSG  tiba-tiba mendadak turun.

Direktur Perdagangan serta Penyusunan Anggota BEI Alpino Kianjaya menyampaikan, keadaan pasar sekarang ini relatif udah wajar. Bahkan juga, kemampuan pasar modal positif tampak dari sebagian rekor yang sudah dicatat.

” Sepanjang transaksi wajar tak jadi masalah. Kami lihat sampai kini indeks tercatat new record, new high. Kami telah lampaui semuanya trading value, frekwensi, volume, market cap serta indeks paling tinggi selama hidup, “ kata dia di BEI Jakarta, Selasa 11/4/2017.

Tetapi, Alpino tidak mengatakan bakal menunda maupun membatalkan perubahan mekanisme itu. Dia menyatakan masih memonitor keadaan pasar.

” (Bakal dibatalkan?) Kami tak katakan masalah itu, namun lakukan paling baik, saksikan perubahannya. Kami tak boleh terlalu gegabah juga, ” tutur dia. 

Dia menyampaikan, BEI sendiri tidak temukan ada kesengajaan dari broker atau anggota bursa (AB) yang berniat melepas saham dalam bobot besar itu. Dia katakan, itu murni dari permintaan nasabah.

” Sampai kini kita tak menemukan pelanggaran. Dari AB yang jalankan transaksi pure nasabah, 100 % nasabah, ” papar dia.