Mantan Trader UBS yang Dituduh Spoofing Ditangkap di New Jersey

Mantan trader komoditas UBS, Andre Flotron bermasalah dengan pihak yang berwenang di Amerika Serikat. Dia ditangkap saat mengunjungi pacarnya di New Jersey dalam kasus spoofing terbaru di bursa komoditas CME Group.

Flotro, pria berusia 54 tahun bekerja di bank raksasa Swiss di Switzerland and Stamford. Departemen Kehakiman menuduhnya memanipulasi harga logam mulia dengan menggunakan perintah palsu agar terlihat seolah-olah ada aktivitas asli, sebuah praktik ilegal yang disebut spoofing.

Menurut sebuah laporan dari Bloomberg, pengaduan tersebut berisi dugaan tentang spoofing perdagangan, di mana Flotron dan co-konspirator tak dikenal membuat pesanan besar untuk transaksi logam mulia yang tidak ingin mereka selesaikan.

Dengan menempatkan pesanan jual dan beli secara besar-besaran, yang tidak ingin mereka bayar, mereka mengirim sinyal palsu yang menipu pesaing dan memindahkan pasar, sehingga Flotron segera membatalkan pesanan tersebut dan melakukan perdagangan nyata ke arah yang berlawanan.

UBS, yang tidak dikenai tuduhan dalam kasus spoofing dan sahamnya sedikit berubah pada hari ini, telah mencapai beberapa kesepakatan dengan regulator Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir mengenai isu-isu termasuk harga logam.

Bekerja dengan CFTC, jaksa di Amerika Serikat telah mengembangkan kasus spoofing di pasar sejak mengadopsi hukum keuangan  Dodd-Frank 2010 yang membuat praktik tersebut ilegal.

“Dengan menempatkan volume besar dalam order untuk kontrak berjangka logam mulia pada tingkat harga tertentu dengan maksud pada saat pesanan dilakukan untuk membatalkan pesanan sebelum dieksekusi, Flotron menciptakan penampilan palsu dari penawaran atau permintaan substansial untuk menipu pembeli dari pelaku pasar lainya untuk berekasi terhadap informasi pasar yang menipu,” bunyi keluhan yang diajukan di pengadilan federal di Connecticut.