Penguatan Greenback Beri Dorongan Terhadap Reksadana Dollar

Hampir selama sebulan terakhir, Dollar Amerika Serikat (AS) mengalmi penguatan. Hal tersebut berimbas juga terhadap kinerja reksadana berbasis dollar yang mempunyai portofolio pada saham dalam negeri. Penguatan ini sangat memungkinkan reksadana denominasi dollar yang menginvestasikan dana kelolaannya dalam aset denominasi dollar ini akan mendapatkan keuntungan dari kurs.

Namun untuk reksadana denominasi dollar As yang menginvestasikan dana kelolaannya pada aset di Indonesia seperti saham lokal bisa mengalami kerugian akibat dollar As yang terus menguat dan Rupiah yang semakin melemah.

Reksadana Bahana Syariah Global Emerging USD kinerjanya tidak terpengaruhi perubahan nilai tukar rupiah. Kinerja reksadana ini berpatok pada indeks MSCI syariah yang berbasis dollar. Kinerja reksadana ini bergantung pada kinerja perusahaan bukan nilai tukar. Return reksadana syariah dollar Bahana masih cukup menarik yaitu sekitar 10% dalam bentuk dollar AS

Reksadana berdenominasi dollar selain memiliki risiko dari pasar modal namun memiliki risiko dari kurs tertuama untuk reksadana underlying asset pada saham lokal. Seperti Rekasadana Ashmore Dana USD Equity Nusantara sejal diluncurkan pada 2015 kinerjanya sudah mencapai 17,6% per 30 September 2017. Angkla tersebut berada diatas IHSG 10.1%