Terbelit Hutang Dan Terancam Dihapus Nasdaq, Saham GLBR Anjlok 26 Persen

Saham dari Global Brokerage Inc (NASDAQ: GLBR), yang menguasai 51 persen broker retail FX FXCM, melanjutkan penurunan di hari Rabu hingga 26% seiring berlanjutnya spekulasi tentang masa-masa sulit perusahaan sehubungan dengan krisis terkini. Krisis yang dimaksud adalah kemungkinan penghapusan saham GLBR dari Nasdaq apabila nilai pasar saham GLBR yang dipegang publik tidak lebih dari 15 juta dolar dalam 10 hari berturut-turut dari sekarang hingga 30 Oktober 2017.

Jika tak mencapai 15 juta dolar (kisaran 2,45 dolar per saham) pada 30 Oktober, ditambah GLBR benar dihapus seperti yang diramalkan, maka akan memicu “”Perubahan Mendasar”” seperti yang dijelaskan dalam perjanjian yang mengatur Convertible Notes GLBR, yang mengharuskan perusahaan membeli kembali semua Convertible Notes senilai 172 juta dolar secara tunai.

Selain itu gagal bayar dalam Convertible Notes (di perusahaan GLBR) ini juga memicu efek domino terhadap operasional FXCM, karena pada dasarnya gagal bayar untuk Convertible Notes tersebut juga dianggap “”kejadian gagal bayar”” menggunakan pinjaman Leucadia (masih satu level operasi dengan FXCM). FXCM sendiri sudah bekerja keras demi melunasi pinjaman itu, yang kini sisa sekitar 66,8 juta dolar yang awalnya bernilai $ 300 juta pasca penjualan FastMatch kepada Euronext.

Bahkan walau isu penghapusan itu tidak ada, masalah Convertible Notes ini akan terjadi dalam waktu kurang dari setahun, yaitu di bulan Juni 2018. tidak cukup waktu bagi perusahaan untuk menghasilkan uang sebesar 172 Juta dolar (apabila penghasilan triwulanan total FXCM kurang dari 50 juta dolar), dikarenakan seluruh uang tunai dari FXCM ke yang harusnya masuk ke GLBR dialokasikan untuk melunasi hutang pada Leucadia.

Alhasil, GLBR dalam laporan kuartalan terbarunya menyatakan bahwa potensi penghapusan serta permasalahan jatuh tempo Convertible Notes dalam waktu dekat tersebut menimbulkan keraguan kelangsungan bisnis perusahaan. Namun, perusahaan aktif bekerja sama dengan pihak penasihat keuangan dan pihak dan hukum guna mencari kemungkinan restrukturisasi.

Kalangan investor perlu beberapa hari guna mencermati hasil terbaru GLBR yang rilis pada pertengahan pekan lalu tersebut, namun jelas terlihat bahwa mereka yang masih memegang saham GLBR segera melepasnya.